BOGOR – GAPURANEWS |Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan dengan berbagai program strategis yang menyasar pelaku Koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya ini dilakukan untuk membangun fondasi ekonomi yang berdaulat, tangguh, dan berkeadilan menuju Generasi Emas 2045.
Sepanjang tahun 2025, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Bogor telah melaksanakan beragam pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM, mulai dari pelatihan akuntansi, digitalisasi usaha, tata kelola koperasi, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Program-program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha menghadapi tantangan era digital serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program ini diluncurkan pada 21 Juli 2025 di Desa Hambalang sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. KDMP dibentuk untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis nilai gotong royong di tingkat desa.
Sejak dimulai pada 17 Mei 2025, pembentukan KDMP telah menjangkau 435 desa dan kelurahan. Sebanyak 434 koperasi desa/kelurahan baru telah berdiri, sementara satu koperasi merupakan hasil pengembangan di Kelurahan Pakansari. Dari jumlah tersebut, 416 koperasi desa dan 19 koperasi kelurahan kini telah aktif beroperasi. Pembentukan koperasi tersebut rampung pada 28 Mei 2025, dan seluruh izin badan hukum diterbitkan pada 12 Juni 2025.
Sejumlah gerai usaha telah dibangun di bawah KDMP, di antaranya:
18 gerai sembako
3 apotek desa
25 kantor koperasi
3 gerai simpan pinjam
3 klinik desa
1 cold storage
2 gerai logistik distribusi
3 kios hukum
5 pangkalan
Dalam penguatan usaha, Pemkab Bogor turut memberikan berbagai fasilitasi bagi pelaku UMKM berupa kemudahan perizinan seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal. Pemerintah juga mendorong kemitraan antara UMKM dengan toko modern seperti Indomaret, Alfamart, AEON Mall, serta menggandeng sejumlah pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemberdayaan usaha mikro.
Sejalan dengan itu, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Bogor juga menjalankan sejumlah program strategis, antara lain:
Lokakarya penyusunan RAPBK untuk KDMP
Pelatihan akuntansi bagi 160 koperasi KDMP dan 60 koperasi non-KDMP
Pelatihan kemasan untuk 150 usaha mikro
Pelatihan digital marketing bagi 120 usaha mikro
Pameran dan bazar di Leuwiliang, Ciawi, Tajurhalang, dan Cileungsi
Kemitraan UMKM dengan koperasi dan toko modern sebanyak 72 pelaku usaha
Sertifikasi halal bagi 120 UMKM
Penerbitan NIB sebanyak 350 izin usaha
Expo UMKM tingkat kecamatan dan kegiatan Car Free Day
Fasilitasi bazar di berbagai tingkatan
Selain itu, KDMP akan memperoleh akses pembiayaan modal usaha melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan seluruh desa dan kelurahan memiliki KDMP aktif pada tahun 2026, dengan dukungan alokasi dana desa serta pendataan aset daerah untuk pengembangan ekonomi rakyat.
Program penguatan koperasi dan UMKM ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Bogor secara berkelanjutan.(RONI.SP)








Komentar