oleh

Mengulas Potensi Kecamatan Waluran: Wisata Edukasi dan Unggulan Tani Hanjeli

-Uncategorized-201 Dilihat

Sukabumi – GAPURANEWS |Kecamatan Waluran yang berada di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu dari 47 kecamatan di daerah tersebut. Wilayah ini juga termasuk dalam kawasan Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp).

Meski tidak memiliki potensi wisata alam unggulan seperti pantai atau air terjun, Kecamatan Waluran menyimpan potensi besar di sektor wisata edukasi pertanian, wisata kuliner berbasis hasil tani, serta pengembangan perkebunan dan peternakan.

Salah satu komoditas unggulan Waluran adalah hanjeli—dikenal pula sebagai jali atau jali-jali. Tanaman palawija ini berbentuk rumpun semusim dengan batang tegak menyerupai jagung, namun berukuran lebih kecil. Tinggi batang hanjeli dapat mencapai 1 hingga 3 meter, dengan sistem perakaran serabut yang kasar dan kuat.

Daun hanjeli tersusun berseling, berbentuk pita dengan lebar sekitar 1 hingga 5 sentimeter. Di Kecamatan Waluran, khususnya Desa Waluran Mandiri, tanaman ini telah menjadi komoditas favorit masyarakat dan dibudidayakan secara berkelanjutan.

“Di Waluran, hanjeli sudah menjadi tanaman unggulan. Bahkan, jenis hanjeli yang dibudidayakan di Desa Waluran Mandiri banyak dijadikan bahan penelitian oleh mahasiswa dan praktisi pertanian, baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkap salah seorang warga, Jumat (23/1/2026).

Saat ini, Kecamatan Waluran juga tengah fokus pada pembangunan infrastruktur serta pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.

“Di wilayah Pajampangan, produk dan wisata berbasis hanjeli ini menjadi salah satu yang pernah dikunjungi langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno. Dukungan terhadap produk unggulan Kecamatan Waluran tentu menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas dan nilai jual produk,” ujarnya.

Selain itu, posisi Kecamatan Waluran yang berada di jalur alternatif menuju Pantai Minajaya, Pantai Palangpang, Ujung Genteng, serta destinasi wisata lain di kawasan CPUGGp menjadikannya lokasi strategis sebagai tempat singgah wisatawan. Kondisi ini membuka peluang bagi pengembangan pusat kuliner, oleh-oleh, dan produk UMKM yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Melalui berbagai pelatihan kepada masyarakat dan pelaku UMKM, diharapkan mereka semakin aktif mempromosikan dan mendistribusikan produk hasil tani, sehingga dikenal lebih luas oleh konsumen dan memberikan nilai tambah, khususnya bagi para petani,” pungkasnya.
(Agus Ali)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *