oleh

Percepat Transformasi Posyandu 6 SPM, DPMD Kabupaten Bekasi Tekankan Sinergi dan Penguatan Data

-Uncategorized-36 Dilihat

CIKARANG PUSAT – GAPURANEWS |Dinas Pemnedayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD) Kabupaten Bekasi terus mendorong percepatan transformasi Posyandu berbasis 6 masyarakat secara terpadu.

Hari ini ditegaskan Kepala DPMD Kabupaten Bekasi, Iman Santoso, dalam rapat inflementasi Permendagri nomor 3 tahun 2024 tentang Posyandu, di Gedung Wibawa Mukti, komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat Rabu ( 6/5/2026).

Dalam paparannya, Iman Santoso Menyampaikan bahwa rapat tersebut tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga pembinaan untuk meningkatkan pemahaman kapasitas, dan kualitas Posyandu.

Ia menekankan bahwa transformasi Posyandu 6 SPM merupakan bagian dari penguatan sistem layanan dasar yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur, mulai dari Pemerintah Daerah hingga kader di tingkat Desa.

” Dibutuhkan pemahaman yang baik serta peran aktif tim pembina Posyandu dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa dan Kelurahan agar inflementasi Perubahan ini berjalan optimal,” ujarnya.

Iman menegaskan , bahwa penguatan Posyandu kedepan dalam Permendagri no.3 , akan difokuskan pada enam bidang SPM , Yakni, Pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Menurutnya penguatan tersebut harus didukung oleh kolaborasi lintas perangkat sesuai dengan bidang masing-masing.

” Posyandu tidak bisa berjalan sendiri, harus ada penguatan dari Perangkat Daerah yang membidangi enam SPM tersebut agar layanan benar – benar terintegrasi,’ katanya.

Ia menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan Posyandu dari tingkat bawah akan mencapai keberhasilan program yang ada, tentunya sangat ditentukan oleh kekuatan struktur di desa dan Kelurahan.

Posyandu adalah bagian dari kelembagaan Desa, kalau ditingkat bawahnya tidak kuat, maka tidak akan mampu menopang sistim diatasnya, karena itu, dukungan kader di Desa menjadi sangat penting,”

Selain itu DPMD Kabupaten Bekasi juga memproitaskan penguatan data administratif sebagai fondasi utama pelaksanaan program, Dimana validasi dan kelengkapan data dinilai krusial agar setiap program yang di jalankan dapat terukur dan berdampak nyata.

” Kerja keras di lapangan harus di barengi dengan data yang kuat, kalau tidak terdata dengan baik, maka hasilnya tidak maksimal,” ungkapnya.

Setelah penguatan data, langkah berikutnya adalah mendorong implementasi program secara nyata di lapangan, termasuk peran aktif Posyandu dalam mengawal Program secara nyata di lapangan, termasuk peran aktif Posyandu dalam mengawal berbagai program pembangunan wilayahnya.

Posyandu di harapkan tidak hanya menjadi pelaksana , tetapi juga penggerak dan mengingat dalam pelaksanaan program lintas sektor, terima pada bidang kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur dasar.

Sebagai tindak lanjut, DPMD juga akan mendorong pelaksanaan lomba posyandu di tingkat Kecamatan yang akan menjadi bagian dari seksi menuju tingkat Kabupaten hingga Nasional.

Melalui kegiatan ini , Pemerintah berharap dapat melahirkan Posyandu unggulan yang dapat di jadikan role model.

” Kami ingin menghadirkan Posyandu percontohan yang bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain, nanti akan di pilih beberapa yang terbaik untuk di jadikan role model,” jelasnya.

Ia berharap hasil rapat ini , dapat segera di tindaklanjuti oleh seluruh peserta dengan dengan menyusun rencana kerja konkret di masing-masing wilayah serta menyosialisasinya kembali kepada kader Posyandu di Desa / Kelurahan.

Iman Santoso mengajak seluruh pihak untuk menjadikan transportasi Posyandu sebagai aksi nyata yang terimplementasi dalam program kegiatan.

” Selamat bekerja, semoga kegiatan ini berjalan lancar tanpa halangan.

Mari kita jadikan Posyandu 6 SPM sebagai pusat pelayanan masyarakat yang handal dan berdampak langsung,” pungkasnya. ( Parton m).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *