oleh

HUT Kota Cimahi ke-25 Jadi Momentum Evaluasi dan Percepatan Pembangunan

-Artikel, Daerah-6 Dilihat

Cimahi | Gapura News – Pemerintah Kota Cimahi memperingati Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi dengan menggelar upacara di Lapangan Alun-Alun Kota Cimahi, Sabtu (21/6/2026). Momentum usia perak ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan pembangunan sekaligus penegasan komitmen untuk terus menghadirkan kemajuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Upacara dipimpin langsung Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, instansi vertikal, tokoh masyarakat, kepala perangkat daerah, hingga berbagai elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Ngatiyana menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penghormatan terhadap perjuangan para tokoh dan pelopor lahirnya Kota Cimahi sebagai daerah otonom.

“Keberadaan Kota Cimahi hari ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada peringatan tahun ini, Kota Cimahi mengusung tema “Arunakarsa Perak Cimahi” yang menggambarkan semangat baru untuk terus melakukan perubahan menuju kota yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Memasuki usia ke-25 tahun, Kota Cimahi mencatat sejumlah capaian pembangunan di berbagai sektor. Pada bidang infrastruktur, pembangunan Bundaran Jati dinilai berhasil mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Jalan Jati-Cihanjuang yang selama bertahun-tahun menjadi titik kemacetan. Pemerintah Kota Cimahi juga tengah mempersiapkan pembangunan Underpass Gatot Subroto serta mendukung percepatan pembangunan flyover guna meningkatkan konektivitas wilayah.

Di sektor kesehatan, berbagai fasilitas pelayanan publik terus diperkuat melalui pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), revitalisasi Puskesmas Cibeureum, pengembangan Unit Pelayanan Darah RSUD Cibabat, serta berbagai inovasi layanan kesehatan yang semakin memudahkan masyarakat.

Sementara itu, perhatian terhadap kelompok rentan diwujudkan melalui pembangunan Rumah Singgah Dinas Sosial yang berfungsi sebagai tempat perlindungan dan pembinaan bagi warga yang membutuhkan penanganan sosial.

Ngatiyana menyebut keberhasilan pembangunan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat.

“Pembangunan tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata,” katanya.

Sejumlah capaian tersebut turut tercermin dalam hasil survei lembaga independen yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Cimahi mencapai 82,7 persen. Meski demikian, Ngatiyana menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, mulai dari pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, percepatan penanganan stunting, hingga penguatan ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana.

Usai pelaksanaan upacara, rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cimahi sebagai momentum evaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Perayaan hari jadi juga melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengisi berbagai stan di kawasan Alun-Alun Kota Cimahi. Keterlibatan UMKM menjadi bagian dari upaya pemerintah menggerakkan ekonomi lokal agar manfaat peringatan hari jadi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ngatiyana memastikan pelaku UMKM akan terus diberikan ruang melalui pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang kini menjadi agenda rutin setiap akhir pekan di Kota Cimahi.

“Momentum hari jadi harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu kami melibatkan UMKM agar ekonomi lokal ikut bergerak dan masyarakat dapat merasakan suasana perayaan bersama,” ungkapnya.

Memasuki usia perak, Kota Cimahi meneguhkan semangat “Saluyu Ngawangun Jati Mandiri” sebagai fondasi memperkuat kolaborasi dan mempercepat pembangunan menuju terwujudnya Cimahi MANTAP, yakni Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, dan Produktif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *