oleh

222 Peserta Tuntaskan Diklatsar Saka Bhayangkara XIX Sebagai Bekal Disiplin Yang Akan Dibawa ke Lingkungan

Kota Banjar – Gapuranews.net |Sebanyak 222 peserta Saka Bhayangkara Polres Banjar Angkatan XIX Tahun 2026 resmi menuntaskan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) di Wana Wisata Situ Mustika, Kota Banjar.

Kegiatan tersebut diikuti 222 peserta Angkatan XIX, 42 anggota Saka Bhayangkara Angkatan XVIII sebagai panitia, serta jajaran Satbinmas Polres Banjar. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti sekitar 268 orang. Senin (28/09/2026).

Kasat Binmas Polres Banjar IPTU Yudi Asmara, S.Sos., CPHR, menyampaikan apresiasi kepada panitia, instruktur dan seluruh peserta yang telah mengikuti pendidikan dengan disiplin, semangat dan penuh tanggung jawab.

“Diklatsar ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Proses yang dijalani harus memberikan perubahan pada diri peserta, mulai dari kedisiplinan, kemandirian, jiwa korsa hingga kepatuhan terhadap aturan dan norma yang berlaku,” ujar IPTU Yudi.

Menurutnya, pengalaman selama Diklatsar diharapkan menjadi bekal nyata ketika peserta kembali ke sekolah, keluarga maupun lingkungan pergaulan. Mereka dituntut mampu mengendalikan diri, bertanggung jawab atas setiap tindakan, bekerja sama dan berani mengambil peran ketika melihat persoalan di lingkungan sekitar.

“Jangan sampai setelah kegiatan selesai, nilai-nilai yang dipelajari ikut selesai. Justru setelah kembali ke lingkungan masing-masing, di situlah hasil pendidikan ini diuji. Tunjukkan bahwa anggota Saka Bhayangkara mampu menjadi contoh dalam kedisiplinan, kepedulian dan sikap positif,” tegasnya.

Bagi 222 peserta Angkatan XIX, berakhirnya Diklatsar bukan sekadar penanda selesainya sebuah kegiatan, tetapi menjadi titik awal untuk menerapkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Bekal tersebut diharapkan membentuk mereka menjadi generasi muda yang lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab serta mampu memberi pengaruh positif bagi teman sebaya dan masyarakat.

Polres Banjar menilai keberhasilan pembinaan Saka Bhayangkara tidak hanya terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti pendidikan, tetapi dari sejauh mana nilai yang diperoleh mampu terbawa ke kehidupan nyata dan melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi secara positif di lingkungannya.
(Ovan Andarsovan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *