oleh

Berdiri di Atas Pedang: Risiko dan Kewaspadaan di Dekat Kekuasaan

-Uncategorized-52 Dilihat

Kota Banjar – Gapuranews.net |Mendapatkan posisi strategis, menjadi bagian dari lingkaran elite, atau memiliki kedekatan dengan pemegang kekuasaan sering kali dianggap sebagai sebuah pencapaian besar dan keberuntungan. Banyak orang berbondong-bondong mengejar kedekatan tersebut demi mendapatkan kemudahan fasilitas, perlindungan, maupun status sosial. Namun, lewat analogi yang sangat tajam, ekstrem, dan sarat akan peringatan spiritual ini, Sang Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, justru membuka mata kita tentang betapa besarnya risiko yang mengintai di balik gemerlap kekuasaan. Rabu (15/07/2026).

Imam Al-Ghazali memberikan rambu-rambu yang sangat tegas bagi siapa saja yang secara kebetulan berada di posisi dekat dengan penguasa. Beliau memperingatkan agar kita senantiasa memasang kewaspadaan tingkat tinggi, dengan mengibaratkan posisi tersebut seolah-olah sedang berdiri di atas sebilah pedang yang sangat tajam. Kedekatan dengan kekuasaan bukanlah zona nyaman untuk bersantai, melainkan sebuah arena ujian mental dan spiritual yang licin. Salah sedikit dalam melangkah, terbawa arus fitnah, atau tergiur oleh bisikan keserakahan, maka akibatnya bisa sangat fata, baik bagi keselamatan dunia maupun kelapangan akhirat. Nasihat ini menjadi alarm penting agar kita tidak mabuk oleh kedekatan politis atau jabatan, melainkan tetap menjaga komitmen keadilan, kejujuran, dan independensi hati agar tidak ikut tergelincir dalam kezaliman.

Keimanan kepada Allah Swt dengan istiqamah merupakan benteng mental paling kokoh dan harus dimiliki seseorang agar tidak mudah silau dan terseret arus negatif ketika berada di lingkaran kekuasaan.
(Ovan Andarsovan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *