oleh

Bhabinkamtibmas Kelurahan Karangpanimbal Membantu Hasil Panen Petani Sebagai Bukti Kontribusi Nyata Kepada Petani Untuk Ketahanan Pangan

-Uncategorized-36 Dilihat

Kota Banjar – Gapuranews.net |Besarnya kontribusi terhadap Ketahanan Pangan tidak selalu diukur dari luasnya lahan yang digarap. Dari sebidang lahan seluas 350 meter persegi di Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, hasil panen jagung petani berhasil masuk ke rantai pasok pangan nasional melalui penyerapan oleh Bulog Banjar.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Karangpanimbal Aipda Norman Susilo melaksanakan monitoring penjualan hasil panen jagung milik Nano yang berlokasi di Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Rabu (10/06/2026).

Dari lahan non-LBS yang ditanami jagung hibrida sejak Februari 2026 tersebut, sebanyak 216 kilogram jagung dengan kadar air rata-rata 16 persen berhasil diserap oleh Bulog Banjar. Penyerapan hasil panen ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan sekaligus memberikan kepastian distribusi hasil pertanian masyarakat.

Kapolsek Purwaharja IPTU Hermawan, S.Pd.I., menyampaikan bahwa setiap hasil panen yang berhasil terserap memiliki arti penting dalam mendukung program Ketahanan Pangan yang saat ini terus digalakkan.

“Sekecil apa pun luas lahan yang dikelola masyarakat, apabila produktif dan hasilnya terserap dengan baik, maka akan menjadi kontribusi nyata bagi Ketahanan Pangan. Polri hadir untuk mendukung dan mengawal setiap proses yang mendukung terwujudnya Swasembada Pangan,” ujar IPTU Hermawan.

Menurutnya, keberhasilan penyerapan hasil panen petani menunjukkan bahwa sektor pertanian masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan. Sinergi antara petani, Bulog, pemerintah daerah, serta Polri menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan pangan yang kuat dari tingkat lokal hingga nasional.

Melalui berbagai kegiatan pendampingan dan monitoring di lapangan, Polda Jabar melalui Polres Banjar dan jajaran Polsek terus mendorong optimalisasi lahan pertanian produktif. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat Ketahanan Pangan serta mendukung terwujudnya Swasembada Pangan yang berkelanjutan.
(Ovan Andarsovan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *