oleh

Ceu Atty Ajak Warga Bogor Belanja di Warung Tetangga untuk Dukung UMKM

-Uncategorized-14 Dilihat

Bogor – Gapuranews.net |Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan berbelanja dengan lebih mengutamakan warung kelontong dan pasar tradisional di lingkungan sekitar.

Menurutnya, gerakan belanja di warung tetangga merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam memperkuat perekonomian pelaku UMKM dari lini terbawah.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Bogor Timur–Bogor Tengah yang akrab disapa Ceu Atty itu mengatakan, setiap rupiah yang dibelanjakan di warung warga akan berputar kembali di lingkungan sekitar dan membantu menjaga keberlangsungan usaha kecil.

“Kalau kita ingin ekonomi masyarakat bergerak, mulailah dari hal yang paling sederhana, yaitu belanja di warung tetangga. Uang yang kita keluarkan tidak lari ke mana-mana, tetapi kembali menghidupi keluarga-keluarga yang menggantungkan usahanya dari warung kecil,” ujar Ceu Atty.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tidak menawar harga pedagang kecil.

Menurutnya, selisih keuntungan yang diperoleh pedagang justru menjadi penopang keberlangsungan usaha mereka.

“Jadi, keuntungan mereka tidak besar, tetapi dari situlah mereka menyambung hidup, menyekolahkan anak, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Kalau kita mampu membantu, kenapa tidak?” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada masyarakat dan pelaku usaha kecil, Ceu Atty juga membagikan bantuan gas LPG 3 kilogram secara cuma-cuma kepada warga.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus membantu pelaku usaha mikro yang menggunakan LPG sebagai penunjang aktivitas usahanya.

Tak hanya itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor tersebut juga mendorong penguatan UMKM, khususnya perempuan pelaku usaha, melalui program pinjaman modal tanpa bunga.

Menurutnya, kemudahan akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan utama agar usaha kecil dapat berkembang tanpa terbebani biaya bunga pinjaman.

“Pelaku UMKM, terutama ibu-ibu yang memiliki usaha, harus kita bantu agar bisa berkembang. Dengan adanya pinjaman modal tanpa bunga, mereka bisa mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya tambahan,” ujarnya.

Teranyar, Ceu Atty mengajak komunitas Baraya Ceu Atty untuk berbelanja di warung milik warga di wilayah Katulampa dan Sukasari sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelaku usaha mikro.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga membeli berbagai kebutuhan pokok di warung-warung warga sebagai upaya menggerakkan roda perekonomian di tingkat lingkungan sekitar.

Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif agar masyarakat lebih mencintai dan mendukung usaha lokal.

“Warung-warung kecil ini adalah fondasi ekonomi masyarakat. Kalau mereka kuat, ekonomi lingkungan juga ikut kuat. Saya mengajak seluruh warga Kota Bogor untuk bersama-sama menghidupkan warung tetangga,” ucapnya.

Ceu Atty mengungkapkan, gerakan tersebut sejatinya bukan hal baru. Pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020, ia juga menggagas kampanye ‘Gerakan Belanja Tanpa Menawar’ di pasar tradisional sebagai bentuk kepedulian terhadap pedagang kecil yang terdampak pandemi.

Ia berharap semangat tersebut kembali dihidupkan agar UMKM Kota Bogor semakin berkembang dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, selain gerakan belanja di warung tetangga, juga ia memberikan bantuan LPG 3 kilogram gratis serta dukungan permodalan tanpa bunga bagi perempuan pelaku usaha dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Bogor.(Roni.SP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *