SUMEDANG – Gapuranews.net |Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mengawal percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus diperkuat. Dandim 0610/Sumedang Letkol Kav Boyke Antonius Nainggolan, mengikuti video conference (vicon) evaluasi percepatan pembangunan KDKMP yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dilanjutkan dengan verifikasi langsung oleh Tim Mabesad di KDKMP Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program KDKMP berjalan sesuai rencana, sekaligus mengevaluasi perkembangan pembangunan dan kesiapan koperasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tim verifikasi Mabesad yang hadir terdiri dari Waorjen TNI Laksma TNI Dr. Marimin, S.H., M.H., Kolonel Inf Eko Agus Nugroho, dan Kapten Laut Chandra. Turut hadir Dandim 0610/Sumedang, Danramil 1002/Cimalaka Kapten Arh Rahmat, Kepala Desa Citimun Dadan, Babinsa Desa Citimun Peltu Kusno, serta Manager KDKMP Desa Citimun, Nastika.
Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan paparan terkait percepatan pembangunan KDKMP, sesi tanya jawab mengenai perkembangan di lapangan, serta verifikasi kondisi dan kesiapan koperasi.
Koperasi Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat.
Dandim 0610/Sumedang Letkol Kav Boyke Antonius Nainggolan menegaskan bahwa pembangunan KDKMP tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga harus mampu mendukung perekonomian warga dan mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Keberadaan KDKMP diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin koperasi ini berkembang dengan baik, dikelola secara tertib dan transparan, serta mampu membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Dandim.
Ia menambahkan, evaluasi dan verifikasi menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan program, mengidentifikasi kendala, serta memastikan setiap arahan pimpinan dapat ditindaklanjuti oleh satuan terkait.
Menurutnya, koordinasi antara TNI AD, pemerintah desa, pengelola koperasi, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar KDKMP dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Manager KDKMP Ungkap Harga Minyak Goreng dan Gas LPG
Sementara itu, Manager KDKMP Desa Citimun, Nastika, menjelaskan bahwa koperasi menyediakan sejumlah kebutuhan masyarakat dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan merek barang.
Untuk minyak goreng, ia menyebutkan harga kemasan 2 liter sebesar Rp40.800, sedangkan kemasan 1,8 liter dijual Rp36.000. Perbedaan harga tersebut bergantung pada merek dan ukuran kemasan produk.
Untuk minyak goreng minyak kita, yang bersubsidi 1 liter harganya Rp15.700, tanpa harus pake KK jelas Nastika.
Terkait kebutuhan gas LPG, ia menyampaikan angka Rp16.000 per minggu untuk satu kepala keluarga (KK). Informasi tersebut menjadi bagian dari keterangan pengelola mengenai kebutuhan dan pengeluaran masyarakat.
Harga dan ketentuan penyaluran barang bersubsidi, termasuk LPG, tetap harus mengacu pada ketentuan resmi yang berlaku. Karena itu, pencatatan harga, jenis barang, dan mekanisme distribusi menjadi hal penting agar pelayanan koperasi berjalan transparan serta tepat sasaran.
Dorong KDKMP Berjalan Optimal
Melalui evaluasi dan verifikasi ini, diharapkan pelaksanaan program KDKMP di wilayah Kabupaten Sumedang semakin optimal. Berbagai kendala yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi antara jajaran TNI AD, pemerintah desa, dan pengelola koperasi.
Kehadiran KDKMP diharapkan bukan sekadar menjadi bangunan baru di desa, melainkan berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang mampu memperkuat usaha lokal, memperluas akses kebutuhan pokok, dan mendukung peningkatan kesejahteraan warga,Pungkasnya. (U.Samsudin)














Komentar