Bogor – GAPURANEWS |Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang berfokus pada peningkatan kualitas perumahan, penanganan kawasan kumuh, pemulihan pascabencana, pembangunan infrastruktur desa, hingga penataan estetika wilayah.
DPKPP Kabupaten Bogor membawahi tiga urusan utama, yakni perumahan dan kawasan permukiman, pekerjaan umum dan penataan ruang, serta pertanahan. Sepanjang 2025, sejumlah program strategis telah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program prioritas adalah penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kabupaten Bogor Tahun 2025–2045. Pada tahun ini, RP3KP telah bergerak dari tahap persiapan menuju implementasi, dengan visi “Terwujudnya Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor yang Aman, Layak Huni, Terjangkau, dan Berkelanjutan.”
RP3KP menjadi acuan pembangunan perumahan, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pengembangan kawasan permukiman terdampak bencana dan kawasan tematik.
Dalam penanganan kawasan kumuh, DPKPP melaksanakan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (R-RTLH) melalui bantuan dana stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hunian agar memenuhi aspek keselamatan bangunan, kesehatan lingkungan, dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Pelaksanaan program dilakukan secara transparan dengan melibatkan pemerintah desa, kecamatan, LPM, Bank BJB, serta tim pelaksana di lapangan.
Selain itu, DPKPP juga menangani rumah korban bencana alam mengingat Kabupaten Bogor merupakan wilayah rawan banjir, longsor, dan angin kencang. Melalui Bantuan Sosial Reguler terencana, sebanyak 122 unit rumah di 17 kecamatan dan 32 desa telah direhabilitasi, direkonstruksi, maupun direlokasi. Sementara melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT), sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat 1.526 rumah rusak berat telah diperbaiki atau dibangun kembali.
Dalam rangka percepatan pemulihan pascabencana, Pemkab Bogor juga melanjutkan pembangunan Hunian Tetap (HUNTAP). Hingga 2024, sebanyak 3.871 unit telah terbangun, dan pada tahun 2025 dilakukan akselerasi pembangunan 400 unit HUNTAP beserta prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Nanggung, dan Desa Cipendawa, Kecamatan Sukajaya.
Di sektor infrastruktur desa, DPKPP membangun 13 unit jembatan gantung (rawayan) di delapan kecamatan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, akses layanan dasar, serta mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata lokal.
Penataan ruang publik juga menjadi perhatian melalui pembangunan dan pemeliharaan ruang terbuka publik (RTP) berupa taman kota, penataan estetika kawasan, jogging track, tugu, hingga pusat penjualan bibit tanaman. Selain yang dibiayai APBD, sejumlah taman juga dibangun melalui pendanaan non-APBD.
Untuk memperkuat identitas wilayah, Pemkab Bogor melalui DPKPP membangun lettersign di beberapa kecamatan, tugu batas desa, serta tugu/sign-gate dan papan penanda kawasan Geopark Halimun Salak sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan.
Di bidang keagamaan dan sosial, DPKPP turut mendukung pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon yang dirancang sebagai pusat layanan keagamaan, sosial, dan ekonomi baru di Kabupaten Bogor, lengkap dengan fasilitas pelayanan haji dan umrah.
Sementara itu, dalam urusan pertanahan, DPKPP berhasil melaksanakan sertipikasi aset tanah Pemda yang dimonitor langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui MCSP. Sepanjang 2025, telah diterbitkan 341 sertipikat Hak Pakai Pemda serta 409 sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk Hunian Tetap korban bencana alam, yang telah diserahkan langsung kepada masyarakat penerima manfaat.
Melalui seluruh capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap kinerja DPKPP tahun 2025 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hunian, lingkungan, serta kesejahteraan warga Bogor secara berkelanjutan.(Roni.SP)








Komentar