oleh

Hari Lingkungan Hidup 2026: Cimahi Libatkan Sekolah dan Perguruan Tinggi Jaga Keberlanjutan Kota

-Artikel, Daerah-40 Dilihat

Cimahi | Gapura News – Pemerintah Kota Cimahi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 dengan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Senin (8/6), sebagai momen memperkuat komitmen kolektif menghadapi perubahan iklim melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan digelar di Lapangan Apel serta Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, diawali dengan apel yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana.

Dalam kesempatan itu, pemerintah menyerahkan santunan jaminan kematian kepada dua petugas penarik sampah dan satu pegawai luar UPTD Pelayanan Persampahan, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka menjaga kebersihan kota. Langkah strategis lainnya juga dicanangkan, yaitu pembentukan Tim Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Persampahan di tingkat RT yang beranggotakan aparatur sipil negara. Tim ini akan turun langsung ke warga dengan pendekatan dari rumah ke rumah, guna menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak sumbernya.

Ngatiyana menegaskan bahwa isu lingkungan dan perubahan iklim tidak dapat dipisahkan, sehingga pengelolaan sampah yang baik menjadi tindakan nyata untuk menekan dampak kerusakan lingkungan. Menurutnya, semangat bekerja demi iklim tidak boleh sekadar slogan, melainkan harus diikuti perubahan cara kerja: mengurangi jumlah sampah, meningkatkan pemilahan dan daur ulang, serta menjadikan aspek keberlanjutan sebagai dasar setiap kebijakan pembangunan.

Kota Cimahi kini menghadapi tekanan besar dengan timbulan sampah mencapai sekitar 250 ton setiap harinya. Tantangan makin mendesak seiring rencana segera berhentinya operasional Tempat Pemrosesan Akhir Sarimukti. Pemerintah pun bergerak memperkuat strategi pengurangan sampah, mulai dari mengoptimalkan fasilitas pengolahan yang ada hingga mengubah perilaku masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kami membangun kolaborasi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan,” jelas Ngatiyana. Komitmen ini dipertegas lewat penandatanganan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mendukung edukasi, riset, dan inovasi teknologi lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Chanifah Listyarini mengungkapkan penguatan dilakukan pula di lingkungan pendidikan melalui Program Sekolah Sedekah Sampah, bagian dari inisiatif Sekolah Ramah Lingkungan Kota Cimahi. Sebanyak 94 sekolah terlibat mengumpulkan sampah anorganik bernilai ekonomi seperti plastik, kardus, dan kertas. Saat uji coba bulan lalu, program ini berhasil mengumpulkan hampir empat ton sampah yang terhindar dari pembuangan akhir.

Pemerintah berharap peringatan tahun ini tidak berhenti di kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik tolak penguatan gerakan bersama agar Cimahi tetap bersih, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *