oleh

Hari Santri di Alun-Alun Cimahi, Wali Kota Minta Santri Melek AI dan Beradab

-Artikel, Daerah-21 Dilihat

Cimahi, Gapuranews.net – Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta santri tidak takut menghadapi kecerdasan buatan (AI), tetapi tetap memegang akhlak dan nilai agama. Pesan itu ia sampaikan saat membuka peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Cimahi 2026 di Alun-Alun Cimahi, Kamis (22/10/2026).

Acara ini dihadiri santri, ulama, kiai, dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Cimahi. Peringatan tahun ini bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Momentum Mengingat Peran Ulama dan Santri

Menurut Ngatiyana, Hari Santri bukan sekadar agenda tahunan. Ia menyebutnya sebagai pengingat kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan lewat ilmu, doa, dan keberanian. Semangat Resolusi Jihad, katanya, menunjukkan cinta agama dan cinta tanah air bisa berjalan beriringan.

Ia lalu menyebut empat modal yang perlu dimiliki santri: ilmu yang mendalam, karakter kuat, tradisi keilmuan yang berakar, dan keberanian berinovasi. Kecerdasan, menurutnya, harus disertai kejujuran, amanah, disiplin, kerendahan hati, dan hormat kepada guru serta orang tua.

“Membangun kota tidak cukup hanya dengan membangun jalan, gedung, dan infrastruktur,” ujarnya. Menurut dia, pemerintah juga perlu membangun manusianya, yakni menguatkan iman, memuliakan akhlak, dan memperluas ilmu.

Manfaatkan AI, Tetap Verifikasi

Soal teknologi, Ngatiyana meminta santri tidak takut pada AI. Ia menyebut AI bisa membantu mencari informasi, belajar bahasa, melakukan riset, hingga mengembangkan gagasan baru.

Namun, ia mengingatkan pemanfaatannya harus disertai kebijaksanaan, etika, dan kemampuan memeriksa kebenaran informasi. Santri diminta kritis dan tidak menelan mentah-mentah hasil teknologi tanpa verifikasi.

Dalam memahami ajaran agama, santri diminta tetap merujuk pada Al-Qur’an, hadis, kitab muktabar, serta bimbingan guru dan ulama yang kompeten. Menurutnya, teknologi dapat membantu pencarian informasi, tetapi tidak menggantikan hikmah, adab, dan kedalaman ilmu.

Harapan untuk Pesantren

Ngatiyana berharap pesantren di Cimahi melahirkan santri yang kuat iman, luas ilmu, mulia akhlak, dan cakap teknologi. Santri diharapkan tidak berhenti sebagai pengguna, tetapi mampu melahirkan gagasan dan solusi bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cimahi untuk terus memperhatikan pesantren dan santri. Sinergi pemerintah, pesantren, ulama, dunia pendidikan, dan masyarakat, menurutnya, penting untuk mendukung perkembangan santri sekaligus menjaga kerukunan dan persatuan.

Perpaduan ilmu, akhlak, nilai agama, dan kecakapan teknologi dinilai penting agar santri siap menghadapi tantangan zaman dan ikut mewujudkan Indonesia Emas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *