oleh

Jejak Ki Banteng Loreng, Pelindung Desa Cibeureum Kota Banjar

-Uncategorized-26 Dilihat

Kota Banjar – Gapuranews.net |Asal-Usul Nama “Singa Loreng Cibeureum di Desa Cibeureum, Kec. Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, masyarakat mengenal sosok *Ki Banteng Loreng* sebagai pelindung desa. Sebutan “Singa Loreng” muncul dari kesenian rakyat yg terinspirasi dari filosofi Ki Banteng Loreng: singa = keberanian, loreng/belang = kebijaksanaan + kewibawaan. Topengnya bercorak belang, bukan polos. Minggu (14/06/2026).

Tokoh di Balik Legenda: Eyang Jaga Lama menurut Kapala Des Cibeureum Yayan Sukirlan & para sesepuh, Ki Banteng Loreng adalah *Kiyai Kholiludin* yg lebih dikenal warga sebagai *Eyang Jaga Lama*. Beliau sesepuh berilmu tinggi, wibawa, bijaksana, sekaligus pengusaha pedang & tombak untuk pesanan kerajaan Nusantara.
“Penyepuhan” senjata dilakukan di tempat gembala kerbau + Sumur Siuk Ciloa yg airnya jernih & tak pernah kering sampai sekarang. Patilasan/makamnya masih ada & dikeramatkan warga.

Lahirnya Kesenian Singa Loreng,
Warga Desa Cibeureum bikin kesenian “Singa Loreng” sebagai bentuk penghormatan + nguri-uri warisan Eyang Jaga Lama. Fungsinya:
1. *Penjaga Desa*: Dipentaskan saat bersih desa, 1 Suro, hajat. Dipercaya ngusir bala
2. *Media Dakwah*: Dulu Eyang Jaga Lama berdakwah lewat wibawa, sekarang lewat tarian + syair
3. *Identitas Desa Cibeureum*: Setiap ada tamu/pagelaran Kota Banjar, tampil grup Singa Loreng Cibeureum

*Ciri Khas Singa Loreng Cibeureum*
1. *Topeng*: Kepala singa corak loreng hitam-kuning/merah. Ada mahkota bulu. Beda sama Singa Depok yg polos
2. *Penari*: 1 “Pembarong Loreng” + 6-10 penari kuda lumping. Penari utama katanya harus “keturunan” atau dapat ijazah dari sesepuh
3. *Iringan*: Kendang, gong, kempul, tarompet. Ada sisipan syair Sunda yg isinya pitutur Eyang Jaga Lama
4. *Atraksi*: Selain nari, ada debus ringan + “aura kewibawaan” pas kesurupan. Warga bilang itu “energi Jaga Lama”

Filosofi & Makna bagi
Warga Desa Cibeureum bangga & percaya Ki Banteng Loreng/Eyang Jaga Lama akan terus mengayomi & melindungi wilayahnya.
Filosofi “Loreng”: Hidup itu belang-belang, ada susah senang. Tapi kudu wibawa + bijaksana kayak Eyang Jaga Lama.

Sampai sekarang grup Singa Loreng Cibeureum masih aktif. Tantangan: regenerasi + perawatan topeng tua peninggalan. Disbudpar Kota Banjar sudah mendata sebagai “Kesenian Tradisional Khas Cibeureum”.

“Ki Banteng Loreng bukan cuma cerita. Beliau pelindung nyata warga Cibeureum. Sepanjang ada Singa Loreng yg nari, insyaAllah desa kita aman” pungkas Yayan Sukirlan, Kepala Desa Cibeureum.
(Ovan Andarsovan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *