oleh

Konsep Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Waringinsari, Dorong Produktivitas Pertanian dan Ekowisata di Kota Banjar

-Pemerintahan-152 Dilihat

Kota Banjar – GAPURANES |Pemerintah Desa Waringinsari, Kota Banjar, Jawa Barat, tengah mematangkan konsep pengembangan kawasan agropolitan di wilayahnya. Kawasan yang terletak di antara koordinat 7°20’11,06″LS – 7°20’57,736″LS dan 108°38’45,067″BT – 108°39’53,227″BT ini berada di bantaran Sungai Citanduy dengan luas sekitar 105,68 hektar.

Dari total luas Desa Waringinsari sebesar 685 hektar, sekitar 618 hektar atau 90,24 persen merupakan lahan pertanian. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, yakni 2.015 jiwa dari total 9.385 penduduk, atau sekitar 21,47 persen.

Kawasan bantaran Sungai Citanduy telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai kebun produktif yang menghasilkan berbagai komoditas unggulan seperti belimbing, jeruk, jambu kristal, bengkoang, pepaya, dan tanaman hortikultura lainnya. Seluruh lahan pertanian tersebut telah memiliki sertifikat kepemilikan yang sah atas nama warga.

Dari total lahan kawasan agropolitan seluas 105,58 hektar, direncanakan pembagiannya menjadi 88,39 hektar untuk lahan tanaman dan 17,18 hektar untuk utilitas. Area utilitas tersebut akan mencakup berbagai fasilitas penunjang seperti jalan kawasan, outlet produk, ampiteater, plaza, shelter, kolam retensi, lapangan sepak bola, dan sarana pendukung lainnya. Total panjang jalan di dalam kawasan ini mencapai 13,46 kilometer.

Kawasan agropolitan ini terletak di bagian timur Kota Banjar. Meskipun sebagian akses jalan masih berupa jalan setapak, kondisi lahan yang relatif datar memudahkan aktivitas pertanian dan pengembangan kawasan.

Selama ini, komoditas utama di Desa Waringinsari diarahkan pada belimbing, namun masyarakat juga menanam berbagai hasil bumi lainnya seperti pepaya California, singkong, lemon, pisang, porang, kacang panjang, pare, semangka, dan padi.

Adapun shelter pertanian yang telah dibangun difungsikan sebagai tempat penampungan hasil panen, sementara Pasar Caplek disiapkan untuk menjadi pusat pemasaran hasil pertanian warga.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjar juga telah menyalurkan 1.000 bibit belimbing kepada masyarakat Desa Waringinsari. Namun hingga kini, bibit tersebut masih menunggu waktu tanam yang tepat.

Pengembangan kawasan agropolitan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian ekonomi desa, sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis pertanian di wilayah Kota Banjar.

(Ovan Andarsovan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *