Bandung – Gapura news.Net |Pembangunan tembok penahan tanah(TPT) SD Negri Cipaku di duga abaikan ,Keselamatan. kesehatan Kerja(K3)
APD serta spesifikasi tidak jelas karena tidak tercantum di papan proyek 02/05/2025
Pembangunan proyek tembok penahan tanah (TPT) yang sedang di Kerjakan menuai pertanyaan publik serta di keluhkan oleh beberapa pekerja yang mana di papan proyek tidak tercantum spesifikasi juklak juknis apa saja yang harus di kerjakan.seperti halnya panjang ,lebar serta tinggi nya proyek yang akan di kerjakan .
Menurut penuturan beberapa orang
pekerja saat team awak media memantau jalan nya pekerjaan serta menanyakan terkait juklak juknis pekerjaan tersebut seperti apa?awalnya proyek yang harus di kerjakan yaitu lokasi yang sempat longsor yang sempat tertunda karena ada insiden kecelakaan kerja.Selang beberapa hari kami di ajak oleh Pelaksana untuk bekerja di lokasi SD Negri Cipaku.
Setelah ada kesepakatan mana saja yang harus di kerjakan ,kami beserta rombongan memulai pekerjaan ini dengan ukuran.Panjang 10 meter ,tinggi 4,20 cm lebar pondasi dasar 70 cm
50 cm dan atas 40,cm .namun setelah TPT beres serta siap di urug kami dapat perintah lagi untuk mengerjakan TPT di sebelah barat dengan panjang 5 meter dengan ketinggian berbeda .lagi lagi setelah beres di kerjakan kami dapat perintah lagi dari seseorang entah itu pengawas atau siapa kami tidak tahu.
Kami dapat perintah lagi untuk mengerjakan TPT sebelah timur sepanjang 7 meter dengan spesifikasi berbeda juga.Bagi kami sebagai pekerja tidak masalah berapa titik pun yang harus di kerjakan selama kami di bayar.tapi alangkah bagus kalau di bahas dari awal berapa titik yang harus di kerjakan biar kami tidak bingung.Tuturnya
Ditempat terpisah kami awak media menanyakan kepada beberapa orang pekerja. Apakah pelaksanaan pekerjaan ini ada pengawas nya atau pelaksana?Karena kami team awak media sudah beberapa kali ke lokasi belum pernah ketemu dengan pengawas ,Konsultan atau Pelaksananya.
Jadi patut di duga pekerjaan proyek ini luput dari pengawasan .Kami team awak media sempat menghubungi Pelaksana beberapa kali lewat pesan singkat WhatsApp namun tidak di respon sama sekali bahkan di telpon pun tidak pernah di angkat .untuk menyikapi hal ini kami sepakat dengan team awak media untuk naik berita.
Hal ini memicu kekhawatiran terkait transparansi dan dugaan pengerjaan oleh pihak yang tidak jelas. Pembangunan yang selagi Berjalan Pekerjaan .
Poin Penting Terkait Isu
Kurangnya Transparansi Pengerjaan proyek seringkali tidak memasang papan informasi,
sehingga publik tidak mengetahui sumber dana, Kontraktor, dan nilai proyek dan yang bertanggung jawab ,
Pengawasan atau Temuan ini menunjukkan perlunya pengawasan ketat dari Dinas terkait dan Masyarakat terhadap proyek infrastruktur TPT di wilayah Pendidikan SD Negri CIPAKU kecamatan Nagreg Kab. Bandung.
Konteks Fenomena ini Saya temui hanya beberapa orang pekerja saja tanpa ada pengawas pekerja tanpa ada kunjungan dari pihak kepengawasan,
Infrastruktur pembangunan dan hanya Seorang Babinsa setempat yang sekali kali menghampiri ke lokasi TPT SDN CIPAKU tersebut ” ujar pekerja , tidak tau siapa yang Bertanggung jawab Atas pembangunan TPT SDN CIPAKU tersebut, pembangunan yang panjang pekerjaan nya 10 meter , tinggi bangunan 420 cm .serta TPT pembangunan tersebut di lihat tempat yang sangat berbahaya.di tempat lokasi yang sangat kontur .sedangkan pembangunan itu pemasangan buat angker besi nya dengan memakai ukuran besi yang di duga tidak sesuai spek .
Kondisi tersebut diharapkan mendapat perhatian dari pihak berwenang untuk memastikan transparansi dan kualitas pembangunan infrastruktur sekolah. Perlu nya pengawasan dan pembangunan yang bertanggung
jawab untuk kesalamatan anak didik pembangunan TPT ini sekaligus untuk menahan bangunan satu ruang kelas . Kekhawatiran was was pembangunan ini karena lepas dari kepengawasan bangian pemerhati pembangunan tersebut ,Jangan sampai terjadi hal hal yang tidak di harapkan.
Sampai berita ini di turunkan kami team awak media belum bertemu dengan pihak pelaksana,untuk Konfirmasi lanjutan.Pungkasnya.(U.Samsudin/Team)














Komentar