oleh

Pengurus Kampung Siaga Bencana Adian Koting Resmi Dilantik, Siap Jadi Garda Terdepan Penanganan Bencana

-Daerah-93 Dilihat

Tapanuli Utara – Gapuranews.net |Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Lumbantoruan secara resmi mengukuhkan 60 pengurus dan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Adian Koting dalam apel pengukuhan yang dirangkaikan dengan simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP) KSB di halaman SMP Negeri 5 Adian Koting, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kadis Sosial Tapanuli Utara , Kasatpol PP, Asisten 1 Pemerintahan Dan unsur Forkopimca Kecamatan Adian Koting, perangkat desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), tokoh masyarakat, relawan, serta berbagai unsur terkait.

Pada kesempatan itu, Mewakili  kepengurusan inti Kampung Siaga Bencana Kecamatan Adian Koting Yang dikukuhkan , Aldi Situmeang sebagai Ketua, Nur Alifik sebagai Sekretaris, dan Elisa Pandiangan sebagai Bendahara. Ketiganya diharapkan mampu memimpin organisasi KSB dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat serta mengoordinasikan penanggulangan bencana di wilayah Kecamatan Adian Koting.

Pengukuhan dan simulasi ini merupakan bagian dari Program Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana, Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Program tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana berbasis masyarakat.

Dalam sambutannya, Dr. Deni Lumbantoruan menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus dan anggota KSB yang telah mengikuti rangkaian sosialisasi dan pelatihan selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Juni 2026. Ia berharap seluruh ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam melayani masyarakat serta menjadi bekal menjalankan tugas sebagai garda terdepan penanggulangan bencana.

“Pengukuhan ini bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab yang besar. Pengurus dan anggota KSB harus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di wilayah masing-masing,” ujar Wakil Bupati.

Menurutnya, pengurus KSB memiliki tugas meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana, memberikan edukasi kebencanaan, menyusun rencana kesiapsiagaan desa, melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, mengorganisasi kegiatan mitigasi dan simulasi evakuasi, membantu proses penyelamatan saat terjadi bencana, mendukung pelayanan di pengungsian, mengoordinasikan bantuan kemanusiaan, hingga berperan dalam pemulihan sosial masyarakat pascabencana.

Dr. Deni menegaskan bahwa peran sebagai garda terdepan bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan sinergi dengan pemerintah desa.

“Kita ini menjadi garda terdepan. Jadi ini bukan hanya slogan, tetapi memang menjadi harapan kita bersama. Anggota KSB harus bekerja bersama pemerintah desa. Tidak mungkin KSB bekerja sendiri atau bergerak sendiri. Harus selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat dan tanggap,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus KSB untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi semangat gotong royong, serta memiliki kepedulian terhadap sesama demi mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Pembentukan Kampung Siaga Bencana dilatarbelakangi tingginya tingkat kerawanan bencana di Kecamatan Adian Koting, khususnya banjir bandang dan tanah longsor. Kondisi geografis yang berbukit dengan curah hujan tinggi menjadikan wilayah tersebut membutuhkan sistem kesiapsiagaan yang terencana dan berkelanjutan.

Melalui pembentukan KSB, masyarakat didorong menjadi pelaku utama dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanggulangan bencana berbasis komunitas. Sebagai pendukung kesiapsiagaan, Kementerian Sosial Republik Indonesia juga menyalurkan Lumbung Sosial yang ditempatkan di Desa Sibalanga.

Fasilitas tersebut dilengkapi dengan persediaan bahan kebutuhan pokok, peralatan dapur umum lapangan, perlengkapan logistik kebencanaan, serta sarana dan prasarana pendukung penanganan keadaan darurat.

Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak 26 hingga 29 Juni 2026, meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pembentukan kepengurusan Kampung Siaga Bencana, penyusunan direktori dan SOP KSB, pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan, penyusunan skenario penanggulangan bencana, gladi simulasi, hingga puncaknya apel pengukuhan dan simulasi uji SOP.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta pada tahap sosialisasi, 60 peserta pelatihan teknis, dan sekitar 200 peserta dalam simulasi SOP.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap keberadaan Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Adian Koting mampu menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang tangguh, sigap, dan mandiri dalam menghadapi berbagai potensi bencana.(Norris Pea)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *