CIKARANG PUSAT – Gapuraews.net |Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang belum memiliki prestasi akademik menonjol.
Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang Sinergi Riset dan Inovasi dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah.
Saifullah menjelaskan, selama ini akses pendidikan dan beasiswa cenderung mengutamakan prestasi akademik, sedangkan kondisi ekonomi menjadi pertimbangan berikutnya. Padahal, anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum menunjukkan prestasi akademik menonjol juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi dan kemampuan akademik yang belum optimal tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan meraih masa depan lebih baik.
“Anak-anak dari keluarga tidak mampu, anak tukang becak maupun anak pemulung, harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pendidikan akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Kemensos berkolaborasi dengan Universitas Pertahanan dengan menerjunkan lebih dari 1.500 mahasiswa ke 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia selama dua minggu.
Para mahasiswa akan mendampingi siswa dalam membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah berasrama, mulai dari merawat diri dan barang pribadi, menjaga kebersihan tempat tidur, mengikuti jadwal kegiatan, hingga menjalankan rutinitas harian secara disiplin.
Sebelumnya, para kadet Akademi Militer juga telah memberikan pendampingan selama satu pekan untuk memperkuat kedisiplinan siswa.
Sementara itu, Kepala BRIN, Prof. Arief Satria, menilai Sekolah Rakyat merupakan program strategis karena memberikan perhatian kepada kelompok anak yang selama ini berpotensi terabaikan dalam kebijakan pendidikan.
Arief menyebut kelompok anak dari keluarga kurang mampu yang belum menunjukkan prestasi akademik menonjol sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Menurutnya, belum terlihatnya prestasi akademik seorang anak bukan berarti anak tersebut tidak memiliki potensi.
Ia menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang mendukung, pendampingan, motivasi, kepercayaan diri, serta pola pikir positif untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan.
“Orang-orang yang punya cita-cita, punya mimpi, motivasi kuat, dan kepercayaan diri tidak akan hanya mengeluhkan keadaan, tetapi berusaha mengejar mimpi-mimpinya,” kata Arief.
Dalam kerja sama tersebut, BRIN akan memberikan dukungan melalui riset dan inovasi untuk memperkuat proses pembelajaran serta penyediaan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat.
Salah satu perhatian BRIN adalah pemenuhan kebutuhan air bersih di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi yang masih menghadapi keterbatasan pasokan air.
Arief mengatakan, dukungan tersebut akan dilakukan melalui pemanfaatan peralatan, instrumen, serta sarana dan prasarana hasil riset dan inovasi.
Ia berharap sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa serta memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak, mengembangkan potensi, membangun karakter, dan meraih masa depan yang lebih baik.(Parton M)








Komentar