oleh

Kapolres Banjar Mendukung Penguatan Penanggulangan TBC dan CKG Bersama Wamendagri-Wamenkes

-Uncategorized-14 Dilihat

Kota Banjar – Gapuranews.net |Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR. menunjukkan dukungan terhadap penguatan program kesehatan masyarakat saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. dan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) di Kota Banjar, Senin (21/09/2026).

Kunjungan tersebut berfokus pada percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) sekaligus penguatan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Rangkaian kegiatan meliputi peninjauan Skrining TBC Terintegrasi dengan CKG di GOR Kelurahan Purwaharja, kunjungan ke RSUD Kota Banjar, hingga pertemuan lintas sektor di Pendopo Kota Banjar.

Bagi Polres Banjar, kehadiran dalam agenda tersebut bukan sekadar memastikan rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan berbagai unsur masyarakat dalam mendukung program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Kapolres Banjar mengatakan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari penemuan kasus, pemeriksaan, pengobatan hingga upaya pencegahan.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam mempercepat penanggulangan TBC dan memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Polri siap bersinergi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait agar program ini berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar AKBP Didi Dewantoro.

Saat berada di GOR Kelurahan Purwaharja, Wamenkes dan Wamendagri meninjau langsung pelaksanaan skrining TBC yang terintegrasi dengan CKG. Masyarakat juga mendapatkan edukasi agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan dan memanfaatkan layanan yang telah disediakan pemerintah.

Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan, terutama bagi masyarakat usia produktif. Sementara Wamendagri Komjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melakukan CKG sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke RSUD Kota Banjar. Di lokasi tersebut, pembahasan diarahkan pada penguatan pelayanan kesehatan serta penyelarasan program kesehatan daerah dengan program prioritas pemerintah pusat.

Kapolres Banjar bersama Wakapolres Banjar Kompol Djoko Susilo, S.T. juga mengikuti pertemuan lintas sektor di Pendopo Kota Banjar. Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, kader TBC, perangkat daerah, pemerintah desa dan kelurahan serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Banjar memaparkan perkembangan penanggulangan TBC dan pelaksanaan CKG. Hingga 19 September 2026, tercatat 589 kasus TBC telah mendapatkan pengobatan dari target 972 kasus, sementara tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG telah dilaksanakan pada 65 dari 150 lokus yang menjadi sasaran.

Pelaksanaan CKG di Kota Banjar juga terus diperluas. Hingga pertengahan September 2026, cakupan pemeriksaan tercatat sekitar 49,35 persen dari penduduk sasaran atau lebih dari 105 ribu pemeriksaan.

Bagi jajaran Polres Banjar, sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pemerintah. Polri tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat serta mendukung terciptanya situasi yang kondusif agar pelayanan publik dapat berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan sinergi yang sudah terbangun dapat terus diperkuat. Ketika pemerintah, tenaga kesehatan, TNI-Polri dan masyarakat bergerak bersama, berbagai program pelayanan publik akan lebih mudah menjangkau masyarakat,” tutur Kapolres.

Kunjungan Wamendagri dan Wamenkes menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pusat dan daerah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Dari Kota Banjar, semangat tersebut diarahkan pada satu tujuan bersama, menemukan TBC lebih awal, mengobati sampai sembuh, serta mencegah sebelum sakit.
(Ovan Andarsovan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *