SUMEDANG – Gapuranews.net |Sekitar 5.000 jamaah dari berbagai daerah memadati Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah Pusat, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (5/9/2026).
Mereka hadir dalam Peringatan Maulid Teragung Junjungan Alam Semesta Kanjeng Nabi Muhammad SAW ke-1.501 Tahun 1448 Hijriah, yang berlangsung sejak pagi dengan rangkaian kegiatan pembacaan Maulid, istighotsah, shalawat, tausiyah hingga doa bersama.
Peringatan Maulid dipimpin langsung Pimpinan Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, Abuya Prof. Dr. (H.C.) K.H.M. Muhyidin Abdul Qodir Al-Manafi, MA.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto, S.I.P., M.Han, Bupati Sumedang Dr. H. Doni Ahmad Munir, ST., MM, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat KH. Dudu Rohman, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna, Tokoh Nasional H. Umuh Muchtar, Ketua LVRI Jawa Barat Mayjen TNI Purn. Nandang Hermawan, serta jajaran TNI-Polri dan Forkopimcam Pamulihan.
Hadir pula para ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren, pimpinan majelis taklim, santri, alumni, mahasiswa, serta masyarakat dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan berbagai daerah lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan riwayat Maulid Nabi Muhammad SAW dan istighotsah bersama para santri unggulan. Acara dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Menariknya, suasana kebersamaan juga terlihat dalam penalaran Asmaul Husna yang melibatkan personel Brimob Polda Jawa Barat, Polres Sumedang, Kodim 0610/Sumedang, Basarnas, mahasiswa Unsap Sumedang dan mahasiswa UPI Sumedang.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa momentum keagamaan sekaligus dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara ulama, umara, TNI-Polri, mahasiswa, santri dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam Pesantren Kilat bagi Aparatur Negara, khususnya pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Sejumlah ulama dan habaib kemudian menyampaikan tausiyah serta memimpin doa bersama. Di antaranya Al-Habib Abdullah Mansur, Al-Habib Muhadab, Al-Habib Ali Asegaf bin Abdul Rahman, Syekh Muhammad Abu Syaadat dari Madinah, KH Abdul Rohman Bustomi, serta Abuya Prof. Dr. (H.C.) K.H. Muhammad Muhyidin Abdul Qodir Al-Manafi, MA.
Dalam tausiyahnya, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, menghormati ulama, memperkuat akhlak, serta mensyukuri nikmat iman dan keamanan yang diberikan Allah SWT.
“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk meneladani akhlak beliau, memperkuat persaudaraan dan menjaga persatuan,” ujar salah seorang tokoh dalam kegiatan tersebut.
Pesan lainnya menekankan pentingnya peran majelis taklim dalam membangun umat yang memiliki akhlak dan jiwa yang mulia.
“Majelis taklim memiliki peran penting dalam membangun umat. Bukan hanya memberikan ilmu agama, tetapi juga membentuk akhlak dan jiwa yang mulia, sehingga masyarakat dapat hidup rukun, saling menghormati dan menjaga persatuan,” ungkapnya.
Para jamaah juga diajak untuk mensyukuri kehidupan yang aman dan damai di Indonesia.
“Kita harus banyak bersyukur atas nikmat iman dan nikmat keamanan. Setiap tahun kita dapat memperingati Maulid Nabi dengan aman dan penuh kebersamaan. Ini merupakan nikmat yang harus kita syukuri dan kita jaga bersama,” tambahnya.
Sementara itu, kehadiran unsur TNI-Polri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan keagamaan seperti ini. Selain sebagai sarana meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi antara TNI, Polri, ulama dan masyarakat,” ujar Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan persatuan merupakan modal penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami berharap momentum Maulid Nabi ini dapat semakin mempererat persaudaraan dan kebersamaan. TNI akan terus hadir bersama masyarakat untuk menjaga keamanan, persatuan dan keharmonisan di wilayah,”pungkasnya.
Peringatan Maulid ditutup dengan doa bersama dan salat Dzuhur berjamaah, kemudian dilanjutkan ramah tamah.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat silaturahmi dan persatuan di tengah masyarakat.
Dari Sumedang, ribuan jamaah membawa satu pesan yang sama: meneladani akhlak Rasulullah, memperkuat persaudaraan, dan menjaga Indonesia tetap damai serta bersatu.Pungkasnya.









Komentar