Karawang – Gapuranews.net |Di tengah derasnya arus modernisasi, Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur memilih kembali ke akar. Ratusan warga tumpah ruah memadati pusat desa, Sabtu malam, 29 Agustus 2026, untuk merayakan Milangkala Desa Wadas ke-43.
Perayaan tahun ini terasa berbeda. Ini adalah kali ke-12 H. Junaedi, S.H. menahkodai peringatan hari jadi desa. Di bawah kepemimpinannya, Milangkala tidak lagi sekadar seremonial, melainkan menjadi ruang kolektif untuk meneguhkan jati diri.
Tahun ini, Pemdes mengusung tema “Rempug Sa Uyunan” — falsafah Sunda yang berarti menyatukan kebersamaan. Sebuah pesan yang sengaja digaungkan di tengah dinamika sosial masyarakat yang terus bergerak.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dibuka resmi oleh .H Junaedi SH selalu kepala desa wadas kecamatan teluk Jambe Timur Dengan vokal tegas, ia mengingatkan 43 tahun bukan waktu yang sebentar bagi sebuah desa.
“Alhamdulillah, ini Milangkala ke-12 yang saya pimpin. Kita angkat tema ‘Rempug Sa Uyunan’ karena desa yang kuat adalah desa yang bersatu. Milangkala ini adalah rasa syukur kita kepada Allah SWT atas usia Desa Wadas ke-43. Sekaligus momentum kita menghidupkan kembali budaya Sunda sebagai ruh identitas kita,” tegas H. Junaedi, S.H. di hadapan warga.
Gema kecapi suling dan gerak tari tradisional langsung mengisi panggung. Tidak ada panggung megah dengan lampu sorot berlebihan. Yang ada hanya kesederhanaan panggung rakyat yang justru membuat suasana semakin cair dan hangat.
Sejak sore, warga dari 12, RW berbondong-bondong datang. Anak muda merekam, orang tua duduk lesehan, ibu-ibu membawa makanan. Tepuk tangan dan sorak-sorai pecah di setiap penampilan.
“Lihat sendiri antusiasmenya. Ini bukti warga Wadas belum melupakan budayanya. Kami ingin ini jadi agenda rutin. Biar anak cucu kita tahu, jadi orang Sunda itu harus bangga dengan budayanya dan kuat dalam kebersamaan ‘Rempug Sa Uyunan’,” lanjut H. Junaedi, S.H.
Di usia 43 tahun, Desa Wadas mengirimkan pesan kemajuan tidak harus melupakan tradisi. Di bawah komando H. Junaedi, S.H., desa ini membuktikan bahwa kearifan lokal dan semangat gotong royong masih menjadi fondasi utama membangun desa’ Wadas ucap kepala desa.( U , Aditia ).









Komentar