Kota Banjar – Gapuranews.net |Jalanan Pataruman mulai dipadati pelajar, orang tua, pekerja, dan pengguna kendaraan sejak pagi. Di tengah meningkatnya mobilitas tersebut, personel Polsek Pataruman hadir di sejumlah titik untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung tertib dan aman.
Sejak pukul 06.00 WIB, personel ditempatkan di kawasan sekolah dan persimpangan yang menjadi jalur aktivitas masyarakat. Pengaturan dilakukan di sekitar SDN 7, 8 dan 9 Hegarsari, SDN 2 Pataruman, SDN 1 dan 4 Pataruman, SDN 1 Mulyasari, MTs Assalam, SMK Muhammadiyah, hingga SMKN 4 Banjar. Rabu (30/09/2026).
Selain kawasan pendidikan, personel juga disiagakan di Simpang Empat Makin, Simpang Tiga Pahlawan, Simpang Empat Sentiong dan Simpang Tiga Batulawang. Kehadiran petugas diarahkan untuk mengurai kepadatan, membantu warga menyeberang maupun melintas, serta menjaga agar arus kendaraan tetap bergerak.
Kapolsek Pataruman IPTU Hermawan, S.Pd.I. mengatakan, Strong Point pagi merupakan bentuk pelayanan kepolisian yang langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat.
“Pada jam-jam pagi, pergerakan masyarakat sangat tinggi, terutama pelajar dan pekerja. Karena itu personel kami hadir lebih awal di titik-titik yang membutuhkan pengaturan agar masyarakat dapat memulai aktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Di lapangan, personel juga memberikan teguran secara humanis kepada pengguna jalan yang belum tertib. Edukasi dilakukan agar masyarakat semakin disiplin menaati rambu dan aturan lalu lintas, tidak hanya ketika ada petugas, tetapi menjadi kebiasaan dalam berkendara.
Kehadiran personel di jalan juga menjadi ruang untuk membangun interaksi langsung dengan masyarakat. Setiap persoalan yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat segera dilaporkan melalui Call Center 110.
Strong Point pagi bukan sekadar mengatur kendaraan. Di balik kehadiran personel di persimpangan dan depan sekolah, ada upaya memastikan pelajar sampai dengan selamat, pekerja dapat berangkat tanpa hambatan, dan setiap pengguna jalan memiliki ruang yang aman untuk memulai harinya.
(Ovan Andarsovan).














Komentar