Sukabumi – Gapuranews.net | Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Dalam keterangannya, Ayep mengajak Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan seluruh pemuda di Kota Sukabumi untuk bersatu membangun daerah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan menjalankan pemerintahan secara terbuka sehingga setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Pesan saya, KNPI bersatu membangun Sukabumi bersama-sama. Di bawah kepemimpinan saya, pemerintah kota akan sangat transparan dan akuntabel sehingga semua hal yang dikerjakan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ayep.
Target PAD Naik hingga Tiga Kali Lipat
Ayep menilai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu faktor utama untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemampuan fiskal daerah akan menentukan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penanganan stunting, hingga pengurangan angka pengangguran.
Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan PAD meningkat hingga sekitar tiga kali lipat dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp80 miliar. Saat ini, kata Ayep, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp158 miliar dan masih terus diupayakan meningkat hingga mendekati target Rp240 miliar.
“Saat ini PAD kita sudah berada di angka Rp158 miliar. Tinggal menaikkan sekitar Rp100 miliar lagi. Insya Allah, dengan keuangan daerah yang kuat, pembangunan Kota Sukabumi akan jauh lebih baik,” katanya.
Pengembangan Kompetensi Pemuda dan Penerapan Sistem Merit
Selain penguatan keuangan daerah, Ayep menegaskan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Menurutnya, pembinaan pemuda harus diarahkan pada peningkatan kompetensi, keterampilan, dan daya saing agar mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam menerapkan sistem merit dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penempatan jabatan, baik di lingkungan pemerintah maupun badan usaha milik daerah (BUMD), disebut akan didasarkan pada kompetensi, integritas, dan kemampuan, bukan atas dasar kepentingan tertentu. Sebagai contoh, ia menyebut proses uji kompetensi di PDAM dilakukan secara objektif dan profesional.
Terkait dukungan terhadap organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan, Ayep mengatakan pemerintah membuka peluang pemberian pembinaan maupun dana hibah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, bantuan tersebut diberikan kepada organisasi yang aktif berkontribusi dalam mendukung program pembangunan daerah.
“Kami sudah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan BPK, KPK, Bappenas, hingga Kementerian Dalam Negeri terkait mekanisme tata kelola dan penyaluran dana hibah agar tepat sasaran dan sesuai aturan,” jelasnya.
Perangi Narkoba demi Menjaga Generasi Muda
Menanggapi ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda menjelang visi Indonesia Emas 2045, Ayep menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan melalui pembinaan yang berkelanjutan agar pemuda memiliki karakter kuat dan kompetensi yang memadai.
“Pemuda tidak boleh dirusak, mereka harus dididik agar memiliki kompetensi. Harapan kita, pembinaan yang berkelanjutan dapat membentengi generasi muda Sukabumi dari bahaya narkoba,” pungkas Ayep.














Komentar