Kota Banjar – Gapuranews.net |Program revitalisasi sarana pendidikan di Kota Banjar mendapat dukungan penuh dari berbagai organisasi masyarakat. Sebut saja Eskobar, GRIB Jaya, Lentera, dan Indakor. Mereka kompak mendukung perbaikan sekolah-sekolah di Banjar, mulai dari SD dan SMP di bawah Dinas Pendidikan Kota Banjar, hingga SMA/SMK yang menjadi kewenangan Provinsi.
Bagi mereka, revitalisasi sekolah adalah investasi jangka panjang. Gedung yang layak akan membuat proses belajar mengajar lebih nyaman dan aman bagi siswa dan guru.
“Kami semua sepakat, apapun pembangunan di Kota Banjar harus kita dukung. Termasuk revitalisasi pendidikan ini, baik SD, SMP, maupun SMA dan SMK. Tapi mendukung saja tidak cukup, harus kita kawal bersama supaya hasilnya bagus,” ujar perwakilan elemen masyarakat tersebut, Selasa (13/10/2026).
Dukungan itu bukan tanpa catatan. Mereka secara khusus menyoroti peran Kepala Dinas terkait untuk serius menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi (monev).
Menurut mereka, monev tidak boleh hanya sekedar tanda tangan laporan dan foto-foto di lapangan. Kepala Dinas harus turun langsung memastikan volume pekerjaan, kualitas material, dan kesesuaian dengan RAB serta spesifikasi teknis.
“Jangan sampai bangunan baru beberapa bulan sudah retak atau bocor. Fungsi pembinaan dan pengawasan dari Kadis harus optimal. Kalau ada pelaksana yang nakal dan tidak sesuai spek, harus ada tindakan tegas,” tegasnya.
Mereka juga menekankan pentingnya transparansi anggaran. Karena menggunakan uang rakyat, setiap proses revitalisasi harus bisa diakses informasinya oleh publik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan pengawasan yang ketat dari dinas dan partisipasi aktif masyarakat, program revitalisasi pendidikan diharapkan benar-benar memberikan manfaat maksimal dan tidak menyisakan persoalan di kemudian hari.
Sampai saat ini, redaksi masih berupaya mengkonfirmasi pihak Dinas Pendidikan Kota Banjar dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah XIII terkait pola monev yang dilakukan untuk program revitalisasi tahun ini.
(Ovan Andarsovan).









Komentar