oleh

Optimasi Lahan Non Rawa (OPLAH) Dengan Harapan Pasokan Air Lancar dan Panen Melimpah di Desa Raharja

-Uncategorized-11 Dilihat

Kota Banjar – Gapuranews.net |Harapan baru tengah menyelimuti para petani di Dusun Randegan I, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja dengan adanya Optimasi Lahan Non Rawa (OPLAH) tahun 2026 dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian RI, kini mulai direalisasikan di wilayah tersebut.

Program yang menyasar lahan seluas 45 hektare ini menjadi angin segar di tengah tantangan musim dan keterbatasan aliran irigasi yang selama ini dikeluhkan petani.

Ketua Kelompok Tani Kalangsari II, Hendra Sudrajat menyampaikan rasa syukur dan optimismenya. Menurutnya, OPLAH bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi untuk kedaulatan pangan di tingkat desa.

“Dengan adanya Optimasi Lahan Non Rawa ini, harapan kami dari Kelompok Tani Kalangsari II sangat besar. Selama ini kendala utama kami adalah air yang tidak lancar sampai ke petak-petak sawah. Kalau airnya tersendat, padi jadi kurang maksimal,” ujar Hendra saat ditemui di lokasi, Selasa (30/9/2026).

Ia menjelaskan, program OPLAH mencakup perbaikan saluran irigasi tersier, pembersihan sedimentasi, penataan pematang, dan optimalisasi sumber air yang ada agar distribusi lebih merata.

“Kalau air bisa lancar, insya Allah produksi bisa meningkat. Kalau produksi naik, petani bisa makmur dan sejahtera. Itu cita-cita kami,” tambahnya.

Dusun Randegan I sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Desa Raharja. Namun, sebagian lahannya termasuk lahan tadah hujan dan non rawa yang sangat bergantung pada kelancaran irigasi.

Warga menyambut program yang bersumber dari anggaran APBN 2026 melalui Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian ini. Program OPLAH ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa perhatian pemerintah pusat benar-benar sampai ke desa. Dengan lahan yang teroptimasi, bukan hanya produksi yang meningkat, tetapi juga semangat generasi muda untuk kembali bertani di desanya sendiri. Dari Dusun Randegan I Desa Raharja, optimisme itu tumbuh bersama pasokan air yang lebih lancar menuju petak-petak harapan di musim tanam mendatang.
(Ovan Andarsovan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *