oleh

HUT ke-81, Tapanuli Utara Bidik Kontribusi Pertanian Rp.8 Triliun pada 2030

-Daerah-64 Dilihat

TAPANULI UTARA – Gapuranews.net |Puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara digelar secara sederhana di Lapangan Serbaguna Tarutung, Senin (5/10/2026).

Peringatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh daerah, kepala daerah dari kawasan Tapanuli Raya, mantan kepala daerah, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, para kepala desa se-Kabupaten Tapanuli Utara, pelaku usaha, serta masyarakat.

Mantan Bupati Tapanuli Utara, RE Nainggolan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan.

Menurutnya, kekompakan dan sinergitas keduanya menjadi modal penting dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Kami bangga melihat Bupati dan Wakil Bupati. Dari jauh kami melihat kekompakan dan sinergitas yang terbangun di antara keduanya,” ujar RE Nainggolan.

Ia juga menilai peran keluarga, khususnya istri Bupati dan Wakil Bupati, turut memberikan dukungan terhadap keberlangsungan kepemimpinan daerah.

“Saya yakin, dengan kekompakan ini Tapanuli Utara akan semakin maju. Namun, Bupati tidak bisa bertindak sendiri tanpa dukungan seluruh masyarakat Tapanuli Utara,” katanya.

Sementara itu, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Sanggam Hutagalung, berharap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati mampu membawa perubahan positif melalui penguatan sektor pertanian.

Ia menilai tema Hari Jadi ke-81, “Pertanian Berkelanjutan untuk Ekonomi Tapanuli Utara yang Maju”, memiliki relevansi kuat dengan potensi daerah.

“Kita berharap di era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, dengan tema pertanian berkelanjutan dan ekonomi Tapanuli Utara yang maju, ke depan Tapanuli Utara semakin maju,” ujarnya.

Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi

Dalam pidatonya, Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan jajaran pemangku kepentingan yang telah memberikan dukungan selama kurang lebih satu tahun tujuh bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

Menurutnya, peringatan Hari Jadi ke-81 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah daerah, menghargai jasa para pendahulu, mensyukuri capaian pembangunan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada para mantan kepala daerah, unsur pimpinan daerah, DPRD, jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, insan pendidikan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Tapanuli Utara.

Ia menegaskan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian Tapanuli Utara. Sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 42,88 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau sekitar Rp5,44 triliun.

“Karena itu, pembangunan pertanian dan ketahanan pangan menjadi prioritas untuk mewujudkan Tapanuli Utara yang maju, mandiri, produktif dan sejahtera,” kata Jonius.

Sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81, pemerintah daerah mendorong pengembangan pertanian secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, hilirisasi hasil pertanian, hingga penguatan akses pasar dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Pemerintah daerah menargetkan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB dapat meningkat hingga sekitar Rp7–8 triliun pada 2030.

Infrastruktur dan Kolaborasi Antarpemerintah

Selain pertanian, pembangunan dan pemulihan infrastruktur juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati mengakui keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan.

Karena itu, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan pemerintah pusat dinilai penting untuk mempercepat pembangunan jalan, irigasi, serta pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp25 miliar diarahkan untuk peningkatan sejumlah infrastruktur jalan, termasuk akses yang menghubungkan wilayah Parmonangan Barat dan Parmonangan Timur.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengalokasikan sekitar Rp50 miliar untuk pembangunan jalan dan sumber daya air di sejumlah lokasi di Tapanuli Utara pada tahun anggaran 2026.

Bupati menegaskan, konektivitas antarwilayah dan pemulihan infrastruktur pascabencana akan terus menjadi perhatian pemerintah.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara,” ujarnya.(Norris Pea)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *