Kota Banjar – Gapuranews.net |Dalam upaya membangun generasi muda yang berkarakter dan taat hukum tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Kesadaran untuk menjauhi narkoba, menolak perundungan, serta menaati aturan perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari perilaku sehari-hari para pelajar.
Pesan tersebut disampaikan KBO Samapta Polres Banjar, IPDA Asep Suparlan, S.H., saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMPN 6 Banjar. Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB itu diikuti kepala sekolah, para guru, staf pengajar, serta seluruh siswa dan siswi SMPN 6 Banjar. Senin (12/10/2026).
Dalam amanatnya, IPDA Asep mengingatkan para pelajar agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun kenakalan remaja. Ia menekankan bahwa narkoba tidak hanya mengancam kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat merusak masa depan generasi muda. Karena itu, para siswa diminta berani menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang dan pergaulan yang merugikan.
Selain narkoba, persoalan perundungan atau bullying turut menjadi perhatian. Para siswa diajak membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, saling menghargai, serta tidak melakukan tindakan mengejek, mengucilkan, mengintimidasi, maupun kekerasan terhadap teman. Kepedulian terhadap sesama dinilai penting agar setiap siswa dapat belajar dan berkembang tanpa rasa takut.
Edukasi juga menyentuh keselamatan berlalu lintas. Para pelajar diingatkan untuk memahami aturan berkendara, menggunakan helm berstandar, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta tidak terlibat dalam balap liar. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan aktivitas geng motor yang mengganggu ketertiban umum juga menjadi hal yang harus dihindari.
Di tengah pesatnya penggunaan media sosial, IPDA Asep mengajak para siswa agar lebih bijak dalam berinteraksi di ruang digital. Informasi harus diperiksa kebenarannya sebelum dibagikan, sementara penyebaran hoaks dan ujaran kebencian perlu dihindari. Sikap disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun harus tetap dijaga, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia maya.
Pada kesempatan yang sama, para siswa diperkenalkan dengan layanan Call Center 110 Polri yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian. Pengenalan layanan tersebut diharapkan membuat pelajar mengetahui jalur komunikasi yang dapat dimanfaatkan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan petugas.
Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, menegaskan bahwa pembinaan kepada pelajar merupakan bagian penting dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat dan kesadaran hukum sejak dini.
“Pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama. Kami mengajak seluruh siswa untuk menjauhi narkoba, menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan, menaati aturan lalu lintas, serta bijak menggunakan media sosial. Jadilah generasi muda yang mampu membawa pengaruh positif, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tegasnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menjaga perkembangan generasi muda. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membentengi pelajar dari pengaruh negatif sekaligus menumbuhkan keberanian untuk memilih tindakan yang benar.
Kegiatan tersebut turut didampingi AIPDA Hariman Susanto dan BRIPDA M. Zakky Nur Rohman. Seluruh rangkaian upacara dan penyuluhan berlangsung aman serta lancar.
Melalui kegiatan ini, Polres Banjar berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab. Sebab, masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh karakter dan keputusan yang mereka ambil dalam kehidupan sehari-hari.
(Ovan Andarsovan).








Komentar