oleh

Pemkab Taput Resmikan Pembangunan Huntara di Desa Sibalanga

-Pemerintahan-447 Dilihat

Taput – GAPURANEWS |TAPUT – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) meresmikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat korban terdampak bencana banjir dan longsor, Rabu (24/12/2025).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat bersama Wakil Bupati Taput Denny Lumbantoruan serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Henry Sitompul.

Pembangunan Huntara berlokasi di atas lahan milik Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Dusun Sibalanga Julu, Desa Sibialanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara.

Pembangunan hunian sementara ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Taput dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan di Taput. Kecamatan Adiankoting dan Parmonangan tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah, yang mengakibatkan korban jiwa serta membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal.

Bupati Taput JTP Hutabarat menyampaikan bahwa pembangunan Huntara merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Pembangunan Huntara ini adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara kepada masyarakat korban bencana. Ke depan, apabila regulasi memungkinkan, hunian ini tidak tertutup kemungkinan dapat ditingkatkan statusnya menjadi hunian tetap dan menjadi hak milik warga,” ujar Bupati JTP.

Pada tahap awal, pemerintah membangun sebanyak 30 unit Huntara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 kepala keluarga (KK) telah terdata dan mendaftar sebagai calon penerima. Setiap keluarga disiapkan lahan seluas 6 x 6 meter, dengan luas bangunan Huntara 4 x 6 meter.

Huntara ini dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sehat dan Aman (RISHAM) yang dirancang tahan gempa. Setiap unit terdiri dari satu kamar tidur, satu ruang utama, serta satu kamar mandi yang telah dilengkapi dengan septic tank.

Pembangunan Huntara dilaksanakan oleh PT Haza Kontraktor dengan struktur rangka RISHAM sebagai tiang utama, termasuk kerangka dinding dan atap. Material dinding menggunakan calsiboard, sementara pintu terbuat dari bahan PVC yang ringan dan tahan terhadap cuaca.Pelaksanaan pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu paling cepat lima minggu dan maksimal delapan minggu, tergantung kondisi cuaca dan lapangan. Pemerintah menargetkan Huntara sudah dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak pada akhir Januari 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga Rabu (24/12/2025) sore, para pekerja tengah menyelesaikan dua unit Huntara.

Sementara itu, perwakilan BNPB, Ir. Agus, mengatakan bahwa program Huntara ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah pusat, provinsi, dan daerah secara terpadu dalam penanganan bencana di Tapanuli Utara.

“Kami menargetkan Huntara ini dapat segera digunakan. Akhir Januari diharapkan sudah siap ditempati. Sebelum warga menempati Huntara, pemerintah juga memberikan bantuan tunjangan hunian sebesar Rp600 ribu per bulan untuk setiap kepala keluarga,” ujar Agus.

Peresmian pembangunan Huntara turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Taput, perwakilan BNPB, Camat Adiankoting, Kepala Desa Sibalanga, serta masyarakat calon penerima Huntara.

Perwakilan warga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Taput dan seluruh pihak terkait yang dinilai cepat dan tanggap dalam menangani dampak bencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga penyediaan hunian sementara.(Norris Hutapea)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *