oleh

Polres Banjar Membahas Situasi Kamtibmas Dengan Warga Dalam Ruang Riung Kamtibmas di Dusun Cijambu

-Uncategorized-25 Dilihat

Kota Banjar – Gapuranews.net |Pos Satkamling Dusun Cijambu, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, menjadi ruang perjumpaan warga dan jajaran Polres Banjar. Melalui Ruang Riung Kamtibmas, berbagai kondisi yang berkembang di tengah masyarakat dibicarakan secara langsung, mulai dari keamanan lingkungan hingga dampak musim kemarau.

Kegiatan tersebut dihadiri Kabag Ren Polres Banjar AKP Rahmad Fanani mewakili Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, bersama jajaran Polres Banjar dan Polsek Banjar. Turut hadir Kepala Desa Cibeureum, unsur TNI, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta ketua RT dan RW. Jumat (18/09/2026).

Forum tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka untuk membahas situasi lingkungan saat ini. Kondisi keamanan permukiman, aktivitas masyarakat pada malam hari, pengawasan rumah kosong, kendaraan serta keberadaan orang yang mencurigakan menjadi bagian dari pembahasan bersama.

Kabag Ren Polres Banjar AKP Rahmad Fanani mengatakan komunikasi langsung dengan warga penting untuk mengetahui kondisi lingkungan secara lebih dekat.

“Ruang Riung Kamtibmas ini menjadi ruang bersama untuk saling bertukar informasi. Apa yang dirasakan dan ditemukan masyarakat dapat disampaikan secara langsung sehingga dapat dikoordinasikan bersama,” ujar AKP Rahmad Fanani.

Kondisi musim kemarau yang masih berlangsung juga menjadi perhatian dalam dialog. Cuaca kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sementara di sisi lain sejumlah masyarakat dapat menghadapi keterbatasan sumber air hingga kekurangan air bersih. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dan penggunaan air secara bijak menjadi bagian penting yang dibicarakan dalam forum tersebut.

Warga juga diajak segera menyampaikan informasi apabila menemukan titik api, kepulan asap maupun kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Apabila terjadi kesulitan air bersih, kondisi tersebut juga perlu dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masyarakat.

Persoalan kenyamanan lingkungan turut menjadi bahan dialog, termasuk penggunaan kendaraan dengan knalpot brong yang menghasilkan suara bising. Hal tersebut dibahas karena suara kendaraan yang keras, khususnya pada malam hari, dapat mengganggu ketenangan warga.

Sementara itu, keberadaan Satkamling menjadi bagian penting dalam pembicaraan. Warga didorong menjaga pola penjagaan secara bergantian dan melakukan pemantauan lingkungan pada waktu yang dianggap rawan. Jika menemukan kejadian mencurigakan atau dugaan tindak pidana, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun petugas terdekat dan tidak mengambil tindakan sendiri.

Ruang Riung Kamtibmas di Cijambu menjadi wadah komunikasi dua arah antara masyarakat dan jajaran kewilayahan. Tidak hanya membicarakan keamanan, forum tersebut juga membuka ruang pembahasan terhadap persoalan yang dirasakan warga, termasuk dampak musim kemarau, potensi Karhutla dan kebutuhan air bersih.

Dari ruang sederhana di Pos Satkamling itu, komunikasi antara warga dan jajaran kewilayahan terus dibangun agar setiap persoalan yang muncul di lingkungan dapat diketahui lebih awal, dikoordinasikan dan ditangani secara bersama.
(Ovan Andarsovan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *