oleh

Polres Banjar Menggelar Sertijab, Tiga Pejabat Siap Mengemban Tugas Baru

-Uncategorized-21 Dilihat

Kota Banjar – Gapuranews.net |Estafet kepemimpinan di jajaran Polres Banjar kembali bergulir. Tiga jabatan strategis, yakni Wakapolres Banjar, Kasatres Narkoba dan Kapolsek Langensari, resmi berganti dalam upacara serah terima jabatan yang digelar di Lapang Apel Polres Banjar.

Upacara yang berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR. Kegiatan dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Banjar, para pejabat utama, para Kapolsek jajaran, perwira, personel Polres Banjar, Bhayangkari serta ASN. Kamis (08/10/2026).

Dalam sertijab tersebut, KOMPOL Saeful Bahri, S.Pd.I., resmi mengemban tugas sebagai Wakapolres Banjar menggantikan KOMPOL Djoko Susilo, S.T., yang selanjutnya mendapat amanah sebagai Kasatbinmas Polrestabes Bandung.

Sementara jabatan Kasatres Narkoba Polres Banjar kini diisi AKP Agung Rahmatulloh, S.H., CPHR., menggantikan AKP Asep Musa Dinata, S.I.P., M.M., CPHR., yang mendapat tugas baru sebagai Kasatresnarkoba Polres Garut.

Pergantian juga terjadi di tingkat kewilayahan. Jabatan Kapolsek Langensari Polres Banjar diserahkan kepada IPTU Agus Supriyatman yang sebelumnya menjabat Kasattahti Polres Banjar. Ia menggantikan KOMPOL Yosua Sori Hamonangan, S.I.P., yang selanjutnya memasuki masa purnabakti.

Suasana khidmat mewarnai jalannya sertijab. Setelah keputusan Kapolda Jawa Barat dibacakan, prosesi dilanjutkan dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat serta tanda jabatan, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara sertijab dan pakta integritas.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan, pergantian jabatan bukan sekadar perubahan posisi dalam struktur organisasi. Setiap jabatan membawa tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan komitmen.

“Setiap jabatan memiliki tanggung jawab dan tantangannya masing-masing. Kepada pejabat yang baru, saya harapkan segera beradaptasi, memahami tugas dan karakter wilayah, serta mampu melanjutkan apa yang sudah berjalan dengan baik,” kata Didi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas, membangun komunikasi yang baik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Jaga integritas, bangun komunikasi dan soliditas, serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Bagi organisasi, pergantian ini bukan sekadar perubahan nama dalam struktur jabatan. Ada tugas yang harus diteruskan, program yang harus dijaga, sekaligus tantangan baru yang menunggu pejabat yang menerima amanah.

Pergantian jabatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga roda organisasi tetap bergerak dan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan. Para pejabat yang menerima amanah kini dituntut membuktikannya lewat kerja nyata, bukan sekadar serah terima jabatan di atas podium.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah jabatan bukan diukur dari posisi yang disandang, melainkan dari seberapa besar kehadiran dan kerja yang diberikan untuk masyarakat. Di situlah tugas baru ini benar-benar dimulai.
(Ovan Andarsovan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *