Sukabumi – Gapuranews.net |Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi terus tancap gas memperluas sosialisasi program Komunitas Pemuda Pelajar dan Masyarakat Berinfak Sedekah (KOPPIAH).
Hingga Kamis (17/9/2026), sosialisasi KOPPIAH telah menjangkau sekitar 90 desa dari total 381 desa dan kelurahan di Kabupaten Sukabumi. BAZNAS menargetkan seluruh wilayah tersebut dapat tersentuh sosialisasi paling lambat Desember 2026.
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Afrizal, mengungkapkan sosialisasi dilakukan secara bertahap dengan menggandeng Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berada di tingkat desa.
“Dari 381 desa dan kelurahan, saat ini sekitar 90 desa sudah mendapatkan sosialisasi. Respons di lapangan cukup baik dan pergerakannya juga cukup cepat,” ujar Afrizal, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, percepatan sosialisasi menjadi bagian penting agar KOPPIAH dapat dipahami sekaligus dijalankan di tengah masyarakat. BAZNAS pun terus mendorong agar seluruh lingkungan UPZ desa dapat memperoleh sosialisasi hingga akhir tahun.
Jika target tersebut terealisasi, KOPPIAH diharapkan dapat berjalan lebih optimal di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi mulai awal 2027.
Afrizal menyebut respons masyarakat di sejumlah desa mulai menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, setelah mendapatkan sosialisasi, beberapa desa langsung mengambil langkah dengan menghimpun dan menyetorkan infak kepada BAZNAS Kabupaten Sukabumi.
KOPPIAH sendiri tidak hanya difokuskan pada penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Program tersebut juga diarahkan untuk mempercepat pelayanan sosial sehingga kebutuhan warga yang sifatnya mendesak dapat ditangani lebih cepat di lingkungan setempat.
“KOPPIAH ini bukan hanya untuk BAZNAS atau UPZ, tetapi hadir untuk masyarakat Sukabumi. Kami ingin memberikan solusi cepat untuk membantu warga tanpa harus terbentur birokrasi yang rumit,” tegasnya.
Untuk mengejar target hingga akhir tahun, BAZNAS Kabupaten Sukabumi juga terus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintahan desa.
Dukungan kepala desa dan jajaran perangkat desa dinilai menjadi salah satu kunci agar KOPPIAH tidak berhenti sebatas sosialisasi, tetapi dapat tumbuh menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
“BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri. Kami sangat mengharapkan kolaborasi dari para kepala desa beserta perangkatnya agar kebermanfaatan KOPPIAH benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Afrizal.(Agus Ali)









Komentar